Bermusim masa yang terbuang
Tercicir di simpang jalan
Diajak damai jalan seiring
Biar selamanya
Biar dalam lautan kasih
Ku selam kedasar ini
Banyak lagi perlu dilihat
Dimanakah kita
Salji putih
Yang menyelubung
Dingin kurasakan
sepertimana malam
Dan ada sinar
Bulan terang
Api yang membakar
Disirami peluh percintaan
Dan bara yang tertinggal itu
Sudah biasa
Pada keratan malam
Ingin kuceritakan
Kedamaian dunia yang
Amat tenang
Pada ringkasan malam
Kita terjatuh dilubuk
Yang penuh dengan lumpur
Kejahilan
Pada setiap malam
Ku rindu untuk bersama
Menikmati kenanganmu
Monday, September 6, 2010
Seorang Aku
Aku bersyukur
Apa adanya aku
Syukurku hanya untukMU
Yang Maha Satu
Yang kelam itu jiwaku
Disirami salju kasehMU
Aku tunduk membisu
Membatu
Ampuni segala dosa-dosaku
Jiwa yang kontang itu
Milik seorang aku
Jauh dari chentaMU
Pohon disuburkan pintaku
Dengan Chenta dan KasehMU
Yang tiada sempadan waktu
Seorang itu aku
Sujud itu tetap milikMU
Apa adanya aku
Syukurku hanya untukMU
Yang Maha Satu
Yang kelam itu jiwaku
Disirami salju kasehMU
Aku tunduk membisu
Membatu
Ampuni segala dosa-dosaku
Jiwa yang kontang itu
Milik seorang aku
Jauh dari chentaMU
Pohon disuburkan pintaku
Dengan Chenta dan KasehMU
Yang tiada sempadan waktu
Seorang itu aku
Sujud itu tetap milikMU
Friday, August 27, 2010
Pemilik Kotak Hati
Di satu sudut
Aku melintas
Terpuruk kotak hatimu
Sepi Kelam Berdebu
Kaki mendekat
Mata terpaku
Hati terpaut
Bibir membisu
Aku termenung
Jiwa meronta
Ingin kugapai
Namun tangan membatu
Akal berputar
Mungkin kotak itu
Milik insan yang tak ku tahu
Angin yang bertiup
Masa seolah terpadam
Dan aku terus menunggu
Ketibaan pemilik
Kotak hatimu
Dan kalau kotak itu
Tiada pemiliknya
Bolehkah aku menjadi
Pemilik kotak hatimu???
Aku melintas
Terpuruk kotak hatimu
Sepi Kelam Berdebu
Kaki mendekat
Mata terpaku
Hati terpaut
Bibir membisu
Aku termenung
Jiwa meronta
Ingin kugapai
Namun tangan membatu
Akal berputar
Mungkin kotak itu
Milik insan yang tak ku tahu
Angin yang bertiup
Masa seolah terpadam
Dan aku terus menunggu
Ketibaan pemilik
Kotak hatimu
Dan kalau kotak itu
Tiada pemiliknya
Bolehkah aku menjadi
Pemilik kotak hatimu???
Tuesday, June 29, 2010
Erti Kehidupan
Tiada lagu
Tiada kata
Tiada bait
Tiada coretan
Tiada lukisan
Seindah Ciptaan
Yang Punya Alam
Berbicara bahasa duka
Bertutur kata kegirangan
Bersuara tentang perasaan
Nadi yang terikat
Jantung yang berdetak
Hati yang berdenting
Segala itu sekadar
Pinjaman
Tiada kata
Tiada bait
Tiada coretan
Tiada lukisan
Seindah Ciptaan
Yang Punya Alam
Berbicara bahasa duka
Bertutur kata kegirangan
Bersuara tentang perasaan
Nadi yang terikat
Jantung yang berdetak
Hati yang berdenting
Segala itu sekadar
Pinjaman
Friday, March 19, 2010
Bintang Itu
Langit yang gelap
Bintang yang terang
Aurora yang memancar
Disebalik itu
Terhijab jutaan rahsia
Cahaya yang gemerlap
Bagai gemerlap permata
Disangka berlian
Tapi mungkin sekadar kaca
Bintang itu
Mungkin itu yang kau puja
Mungkin juga
Itulah yang menipu
Bintang itu
Yang kau anggap
Menyinari malam mu
Tapi mungkin juga
Yang mampu membakar mu
Bintang yang terang
Aurora yang memancar
Disebalik itu
Terhijab jutaan rahsia
Cahaya yang gemerlap
Bagai gemerlap permata
Disangka berlian
Tapi mungkin sekadar kaca
Bintang itu
Mungkin itu yang kau puja
Mungkin juga
Itulah yang menipu
Bintang itu
Yang kau anggap
Menyinari malam mu
Tapi mungkin juga
Yang mampu membakar mu
Kekhilafan
Jauh aku berjalan
Penat berdiri berjalan dan berlari
Diatas pentas kehidupan
Yang sebenarnya
Tak punya apa-apa
Jauh fikiranku menerawang
Mencari satu titik permulaan dan pengakhiran
Berpandukan kitab dunia
Yang diciptakan insan
Yang tidak sempurna
Dan tidak pernah kekal
Sesungguhnya aku telah termasuk
Dalam golongan orang-orang yang rugi
Yang lupa berpesan khabar
Tentang satu yang kekal
Dan sempurna
Kembalilah pada fitrah
Dengan kalimah-kalimah suci
Yang telah diturunkan
Oleh Yang Maha Pemurah
Lagi Maha Mengasihani
Sesungguhnya pada Al-Quran
Terdapat jalan yang lebih lurus
Penat berdiri berjalan dan berlari
Diatas pentas kehidupan
Yang sebenarnya
Tak punya apa-apa
Jauh fikiranku menerawang
Mencari satu titik permulaan dan pengakhiran
Berpandukan kitab dunia
Yang diciptakan insan
Yang tidak sempurna
Dan tidak pernah kekal
Sesungguhnya aku telah termasuk
Dalam golongan orang-orang yang rugi
Yang lupa berpesan khabar
Tentang satu yang kekal
Dan sempurna
Kembalilah pada fitrah
Dengan kalimah-kalimah suci
Yang telah diturunkan
Oleh Yang Maha Pemurah
Lagi Maha Mengasihani
Sesungguhnya pada Al-Quran
Terdapat jalan yang lebih lurus
Friday, January 29, 2010
Tangis Malaikat
Sebatang pena biru
Menari dihadapanku
Meloret melakar satu persatu
Cerita langit yang pilu
Menangis malaikat memandang duniaku
Huru hara ciptaan manusia yang dungu
Yang lupa Al-Quran itu sumber ilmu
Yang Muhammad S.A.W itu
Pesuruh Yang Satu
Berserban berjubah
Berkata dengan hujah
Konon dari hadis dan sunnah
Namun terikat dengan politik pemerintah
Mengajar syahadah perlukan tauliah
Menangis lagi sang malaikat
Melihat otak manusia makin terbejat
Mana satu agama mana satu adat
Dicampur ditolak yang mana tersukat
Manusia lupa yang mana hakikat
Pulanglah malaikat ke arasy yang tinggi
Dengan kecewa membengkak dihati
Dengan harapan Allah mengampuni
Manusia-manusia perosak bumi.
Menari dihadapanku
Meloret melakar satu persatu
Cerita langit yang pilu
Menangis malaikat memandang duniaku
Huru hara ciptaan manusia yang dungu
Yang lupa Al-Quran itu sumber ilmu
Yang Muhammad S.A.W itu
Pesuruh Yang Satu
Berserban berjubah
Berkata dengan hujah
Konon dari hadis dan sunnah
Namun terikat dengan politik pemerintah
Mengajar syahadah perlukan tauliah
Menangis lagi sang malaikat
Melihat otak manusia makin terbejat
Mana satu agama mana satu adat
Dicampur ditolak yang mana tersukat
Manusia lupa yang mana hakikat
Pulanglah malaikat ke arasy yang tinggi
Dengan kecewa membengkak dihati
Dengan harapan Allah mengampuni
Manusia-manusia perosak bumi.
Subscribe to:
Posts (Atom)